Waspada ISIS, Bupati Minta Warga Tidak Tergiur Tawaran Haji dan Umroh

image
Bupati Fathul Huda

kotatuban.com-Bupati Tuban Fathul Huda minta warga Tuban tidak terpengaruh dengan tawaran naik haji atau umroh dari pihak-pihak yang tidak jelas. Sebab, tak jarang tawaran semacam itu hanya untuk mengelabuhi umat islam agar masuk ke faham yang menyesatkan. Hal itu sekaligus  untuk mewaspadai faham islam radikal yang baru-baru ini banyak diperbincangkan dan menjadi kehawatiran umat muslim yakni faham Islamic State Iraq and Syiria (ISIS).

“Masyarakat Tuban jangan terpengaruh dengan iming-iming yang mengarah ke faham itu.  Jangan tergiur dengan tawaran apapun. Atau bayaran yang saya dengar sampai Rp 20 juta per bulan,” ujar Bupati Fathul Huda, Kamis (26/3).

Dikatakan bupati, utamanya kaum muda Tuban jangan mudah terprovokasi, serta tetap waspada, karena ajaran ISIS tidak lah sesuai dengan ajaran islam yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Ajaran ISIS sesungguhnya tidak mengilhami ajaran islam yang rahmatan lil alamin.

“Islam mengajarkan rahmatan lil alamin, Islam mengajarkan kasih sayang sesama manusia, bukan radikalisme,” kata bupati.

Lebih lanjut orang nomor satu di Tuban itu menjelaskan, radikalisme sebenarnya muncul dari ketidakpuasan suatu kelompok terhadap suatu hal yang dinilai tidak benar bagi kelompok itu.

Dicontohkan bupati, adalah ketika terjadi kemaksiatan kemudian tidak segera ditindak, kelompok itu akhirnya melakukan penyelesaian di luar jalur hukum dengan cara mereka sendiri.

“Untuk memastikan hal itu, kami minta kepolisian secepat mungkin menangani aktifitas kemaksiatan, agar kelompok tertentu tidak memanfaatkan situasi dengan menyusupkan faham ISIS ini, ” jelasnya.

Sementara itu terkait adanya tawaran umroh gratis yang ditengarai melibatkan kelompok ISIS, Bupati Tuban akan segera mengantisipasi dengan melakukan pengawasan di jamaah-jamaah pengajian maupun jumatan yang biasanya terdapat buletin yang berpaham keras.

“Biasanya yang seperti itu beredar dalam buletin jumat, kita akan mengantisipasi itu. Pernah juga beberapa waktu lalu sudah kita larang, karena buletinya berisi provokasi,” pungkas Bupati Huda. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban